Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan ancaman resesi, ekonomi digital Indonesia justru menunjukkan daya tahan (resiliensi) yang luar biasa. Menurut riset terbaru, valuasi ekonomi digital kita ditaksir akan menyentuh angka $150 Miliar pada akhir tahun 2026.
Namun, tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi soal infrastruktur, melainkan talenta digital. Kita kekurangan tenaga ahli di bidang cybersecurity, data science, dan artificial intelligence. Jika pemerintah dan swasta tidak berkolaborasi masif mencetak SDM ini, kita hanya akan menjadi pasar, bukan pemain utama.